Penghuni Neraka dan Surga
- Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami,
- mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan.
Allah membandingkan profile penghuni neraka dan surga sebagai berikut:
Penghuni Neraka
- Tidak percaya mereka akan kembali kepada Allah
- Merasa puas dan nyaman dengan kehidupan dunia
- Melalaikan ayat-ayat Allah
Mereka akan masuk neraka krn perbuatannya (7-8).
- Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam surga yang penuh kenikmatan.
- Do'a mereka di dalamnya ialah, "Subhanakallahumma", dan salam penghormatan mereka ialah, "Salam". Dan penutup doa mereka ialah, "Alhamdulilaahi Rabbil 'aalamin".
Penghuni Surga
- Beriman kepada Allah dengan keimanan yg benar
- Melaksanakan amal soleh
Di dunia, mereka akan dibimbing, diberi pertolongan hidayah oleh Allah selama hidupnya. Sedangkan di akhirat, mereka dijanjikan masuk surga (9). Disebutkan juga, di dalam surga mereka sibuk bertasbih, saling mendoakan keselamatan dan bersyukur kepada Allah (10).
Sikap Manusia dalam Berdoa
- Dan kalau sekiranya Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka. Maka Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, bergelimangan di dalam kesesatan mereka.
- Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.
Allah kemudian menjelaskan sikap manusia - yang merupakan fitrah - dalam berdoa:
-
Tergesa-gesa, tidak sabar. Manusia selalu ingin cepat-cepat dalam kebaikan karena dia mencintainya, juga selalu ingin cepat-cepat dalam kejahatan pada saat marah dan emosi. Namun Allah dg kelembutan dan kasih sayangNya tidak mengabulkan permohonan buruk mereka, dan hanya mengabulkan apa-apa yang baik bagi hambaNya (11)
Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa. (Al Israa’ 17:11)
-
Cepat lupa. Bila manusia ditimpa bahaya maka dia segera berdoa dengan segala cara. Namun bila bahaya tersebut sudah hilang, maka dia kembali kepada kesesatan – seakan-akan tdk ada bekas sedikitpun bahwa sebelumnya dia pernah berdoa (12)
Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih. (Huud 11:9)
Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan. (Fushshilat 41:49)
Balasan Allah atas Orang yang Mengingkari Risalah Allah
- Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kamu, ketika mereka berbuat kezaliman, padahal rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sekali-kali tidak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa.
- Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat.
Allah kemudian kembali menyinggung balasan atas kaum yang ingkar terhadap risalahNya yakni mereka dimusnahkan dan digantikan oleh umat lain (13-14), sebagaimana juga disebutkan di ayat lain:
Dan Tuhanmu Maha Kaya lagi mempunyai rahmat. Jika Dia menghendaki niscaya Dia memusnahkan kamu dan menggantimu dengan siapa yang dikehendaki-Nya setelah kamu (musnah), sebagaimana Dia telah menjadikan kamu dari keturunan orang-orang lain. (Al An’aam 6:133)
Di ayat berikutnya kemudian dijelaskan detail dari bentuk-bentuk ingkar thd risalahNya sebagai berikut:
- Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang nyata, orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata, "Datangkanlah Al-Qur'an yang lain dari ini atau gantilah dia". Katakanlah, "Tidaklah patut bagiku menggantinya dari pihak diriku sendiri. Aku tidak mengikut kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya aku takut jika mendurhakai Tuhanku kepada siksa hari yang besar (kiamat)".
- Katakanlah, "Jikalau Allah menghendaki, niscaya aku tidak membacakannya kepadamu dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepadamu". Sesungguhnya aku telah tinggal bersamamu beberapa lama sebelumnya. Maka apakah kamu tidak memikirkannya?
- Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Sesungguhnya, tiadalah beruntung orang-orang yang berbuat dosa.
- Mendustakan ayat-ayat Allah yang diturunkan melalui kitabNya, termasuk Al Quran (15-17)
- Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata, "Mereka itu adalah pemberi syafa'at kepada kami di sisi Allah". Katakanlah, "Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) dibumi?" Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dan apa yang mereka mempersekutukan (itu).
- Menyembah kepada selain Allah (18)
- Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih. Kalau tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulu, pastilah telah diberi keputusan di antara mereka, tentang apa yang mereka perselisihkan itu.
- Dan mereka berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu keterangan (mukjizat) dari Tuhannya?" Maka katakanlah, "Sesungguhnya yang ghaib itu kepunyaan Allah, sebab itu tunggu (sajalah) olehmu, sesungguhnya aku bersama kamu termasuk orang-orang yang manunggu.
- Menolak dan meragukan rasul utusan Allah, termasuk Rasulullah SAW (20)
- Dan apabila Kami merasakan kepada manusia suatu rahmat, sesudah (datangnya) bahaya menimpa mereka, tiba-tiba mereka mempunyai tipu daya dalam (menentang) tanda-tanda kekuasaan Kami. Katakanlah, "Allah lebih cepat pembalasannya (atas tipu daya itu)". Sesungguhnya malaikat-malaikat Kami menuliskan tipu dayamu.
-
Kembali ingkar dan lupa kpd Allah setelah mendapat nikmat dan keselamatan (21), sbgmn juga diterangkan di ayat lain:
Katakanlah, “Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah diri dengan suara yang lembut (dengan mengatakan, “Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur”.
Katakanlah, “Allah menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu kembali mempersekutukan-Nya.” (Al An’aam 6:63-64)
Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.
Wallahu a'lam bish-shawab.
Referensi tafsir klik di sini.