Yunus 10 : 93-95

Yunus 10 : 93-95

Bantahan atas Kaum Yahudi yang Meragukan Kerasulan Nabi saw

  1. Dan sesungguhnya Kami telah menempatkan Bani Israil di tempat kediaman yang bagus dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik. Maka mereka tidak berselisih, kecuali setelah datang kepada mereka pengetahuan (yang tersebut dalam Taurat). Sesungguhnya Tuhan kamu akan memutuskan antara mereka di hari kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan itu.
  2. Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu temasuk orang-orang yang ragu-ragu.
  3. Dan sekali-kali janganlah kamu termasuk orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang rugi.

Melanjutkan perjalanan dakwah Nabi Musa dan Harun pada ayat sebelumnya, setelah Fir'aun dan tentaranya tenggelam, maka Allah memberikan banyak karunia kepada Bani Israil, baik nikmat diniyah (yakni petunjuk hidup dalam beragama) maupun nikmat duniawi.

Ayat 93 di atas juga menjelaskan mengenai perselisihan di kalangan kaum Yahudi atas kebenaran beliau diutus sebagai Rasul.

Sebelum kedatangan Rasulullah, mereka sebenarnya sudah mengetahui dengan jelas dari Taurat akan datangnya rasul penutup. Di dalam Al-Qur'an disebutkan, bahwa kaum Yahudi ini sangat mengenali tanda-tanda kedatangan rasul penutup - sama seperti mereka mengenali anak mereka. Namun setelah Nabi saw menyatakan kerasulannya maka kaum Yahudi ini berselisih pendapat, sebagian beriman kepada Rasulullah, sebagian yang lain menolak karena ingin mempertahankan status keagamaan dan pemimpinan politik.

Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepadanya, mereka mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman (kepada Allah). (Al-An'am 6:20)

Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al-Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui. Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu. (Al-Baqarah 2:146-147)

Allah meneguhkan Nabi saw agar jangan ragu dengan kebenaran diutusnya beliau sebagai rasul terakhir. Di ayat 94, Allah menyatakan bahwa sesungguhnya berita kedatangan rasul penutup tersebut sudah tertulis di dalam Taurat dan Injil.

Berita Kerasulan Muhammad saw di dalam Taurat

Di dalam Al-Qur'an diterangkan lima (5) ciri rasul penutup (Rasulullah) yang kelimanya disebutkan sudah tertulis di dalam kitab Taurat dan Injil:

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, (1) Nabi yang ummi yang (2) (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, (3) yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan (4) menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka (5) orang-orang yang beriman kepadanya memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Al-A'raf 7:157).

Ciri-ciri rasul penutup yang akan datang yang tertulis di dalam Taurat dan Injil adalah sebagai berikut:[1]

Ciri 1. Nabi yang "Ummi" (tidak bisa membaca)

Dan apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan, “Baiklah baca ini,” maka ia akan menjawab, “Aku tidak dapat membaca.” (Yesaya 29:12)

Ayat di atas sangat mirip dengan peristiwa turunnya wahyu pertama yang diceritakan dari Aisyah rah sebagai berikut:

... Pada waktu beliau berada di gua Hira, maka datanglah kepada beliau malaikat dan berkata, “Bacalah!” Jawab beliau, “Aku tidak bisa membaca.” Nabi bercerita, lalu malaikat itu menarikku dan memelukku erat-erat sehingga aku kepayahan. Kemudian ia melepaskanku dan berkata lagi, “Bacalah!” dan aku menjawab, “Aku tidak bisa membaca.” Aku lalu ditarik dan dipeluknya kembali kuat-kuat hingga habislah tenagaku. Seraya melepaskanku, ia berkata lagi, “Bacalah!” Aku kembali menjawab, “Aku tidak bisa membaca.” Kemudian untuk ketiga kalinya ia menarik dan memelukku sekuat-kuatnya, lalu seraya melepaskanku ia berkata,

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ. خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ. اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ. الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ. عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan; Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah; Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah; Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qalam (pena); Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (Al-Alaq 96:1-5)

Ciri 2. Namanya disebutkan di dalam Taurat dan Injil

Aku akan menggoncangkan segala bangsa, dan HIMADA untuk semua bangsa ini akan datang; maka Aku akan memenuhi rumah ini dengan kemegahan, firman Tuhan semesta alam. (Hagai 2:7)

Ayat ini aslinya dalam bahasa Ibrani: “ve yavu himdath kol haggoyim”. Himdath = Himdahi = Himda = bahasa Yahudi. Himada = bahasa Ibrani. Ahmad = bahasa Arab.[2].

Nama "Ahmad" ini disebutkan di dalam Al-Qur'an:

Dan (ingatlah) ketika Isa bin Maryam berkata, "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad." Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, "Ini adalah sihir yang nyata." (Ash-Shaff 61:6)

Keterangan mengenai ayat di atas dapat dibaca juga di Kalam - Sindonews.

Ciri 3. Memerintahkan amar ma'ruf nahi munkar

Siapakah yang menggerakkan dia dari timur, menggerakkan dia yang mendapat kemenangan di setiap langkahnya, yang menaklukkan bangsa-bangsa ke depannya dan menurunkan raja-raja? Pedangnya membuat mereka seperti debu dan panahnya membuat mereka seperti jerami yang tertiup. (Yesaya 41:2)

Ciri 4. Menetapkan fondasi hukum (syariat) baru (menghalalkan segala yang baik dan mengharamkan yang buruk) yang berlaku untuk seluruh manusia

Lihat, itu hamba-Ku yang Kupegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. (Yesaya 42:1)

Ia sendiri tidak akan menjadi pudar dan tidak akan patah terkulai, sampai ia menegakkan hukum di bumi; segala pulau mengharapkan pengajarannya. (Yesaya 42:4)

Ciri 5. Memiliki banyak pengikut, menjadi pemimpin masyarakat pada saat hidupnya

seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau (Musa) ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban. (Ulangan 18:18-19)

Ayat dari Kitab Ulangan di atas menerangkan:

  1. Nabi yang dijanjikan akan berasal dari saudara Bani Israil, yakni memiliki garis keturunan Ismail yang merupakan saudara Ishaq (anak dari Ishaq yakni Yaqub memiliki 12 putera yang masing-masing menjadi 12 suku Bani Israil). Hal ini sesuai dengan Rasulullah dan bangsa Arab yang berasal dari garis keturunan Ismail.

  2. Nabi itu akan seperti Nabi Musa:

    • Dia akan menetapkan syariat / peraturan baru. Hal ini sesuai dengan Rasulullah yang membawa hukum syariat baru, kitab suci baru (Al-Qur'an), sedangkan nabi-nabi yang datang setelah Musa tak seorang pun yang membawa syariat baru (Nabi Isa tidak membawa syariat baru, melainkan hanya mengikuti syariat Nabi Musa).
    • Dia akan menjadi pemimpin duniawi dan ruhani untuk umatnya, sebagaimana juga Nabi Musa menjadi pemimpin Bani Israil. Seluruh nabi yang datang setelah Musa, hanya Rasulullah yang memiliki pengikut yang banyak dan menjadi pemimpin umat - pemimpin pemerintahan yang berpusat di kota Madinah - sekaligus pemimpin ruhani bagi umatnya
  3. Nabi yang dijanjikan tidak akan berbicara darinya sendiri. Firman Tuhan akan "diletakkan" pada lisannya. Tidak ada Nabi kecuali Rasulullah yang menyatakan bahwa kitab sucinya adalah wahyu - dengan redaksinya langsung dari Tuhan. Musa sendiri menerima wahyu, tetapi dia menyampaikan pesan-pesan itu dengan kata-katanya sendiri. Yesus (Isa) juga berbicara kebenaran yang ia terima, tetapi dia berbicara dengan kata-katanya sendiri.

Kembali ke bahasan awal. Di ayat 95, Allah memperingatkan kaum Yahudi yang menolak kerasulan Nabi saw - walaupun mereka mengetahui kebenarannya melalui kitab suci mereka - sama saja dengan mendustakan ayat-ayat Allah di dalam kitab Taurat mereka sendiri. Penolakan ini tidak lain hanya akan membawa mereka kepada kekufuran dan kerugian besar di akhirat.

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Referensi tafsir klik di sini.

Photo credit: Tim Wildsmith

Diselesaikan pada 20210824


  1. Ayat-ayat kutipan dari Al-Kitab ini berdasarkan telaah literatur singkat yang dilakukan oleh Penulis; terdapat kemungkinan kekurangan atau ketidaklengkapan dalam pengambilan referensi dan kesimpulan. ↩︎

  2. Discovering Islam ↩︎