Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.
Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun. (Ibrahim 14:24-26)

Siapa dan apa yang dimaksud dengan kalimat yang baik dan kalimat yang buruk ini? Di ayat selanjutnya dijelaskan:

Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki. (Ibrahim 14:27)

Kalimat yang baik ini adalah mereka yang menerima iman dan teguh dalam keimanannya. Sedangkan kalimat yang buruk adalah mereka yang tersesat dan mengajak orang lain untuk juga tersesat.

Maka ayat 24-25 di atas adalah gambaran mereka yang beriman (ibarat pohon yang baik, hidup, segar) dan teguh dalam keimanannya (akarnya kuat) serta amal-pekerjaannya (daun dan cabangnya) ditujukan hanya mengharap keridhaan dan keberkahan Sang Khaliq - Allah SWT (menjulang ke langit).

Kehidupan mereka penuh dengan kebaikan dan manfaat (berbuah setiap musim), dimana saja mereka tinggal atau bekerja, juga dalam situasi sempit maupun lapang.

Sedangkan mereka yang tersesat pada ayat 26 digambarkan letih seperti pesakitan karena berbagai masalah kehidupan (pohon yang sakit, layu), tidak memiliki tujuan hidup yang jelas (tercabut akarnya dari tanah), serta kehidupannya tidak membawa keberkahan dan manfaat.

Mereka yang beriman dan teguh pada keimanannya inilah yang dimaksudkan di ayat berikut:

(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan. (Al-Hajj 22:41)

Maha Benar Allah dengan segala firmanNya.

Wallahu a'lam.