An Nisaa 4 : 104-113

Melanjutkan tema peperangan di ayat sebelumnya, Allah melarang kita utk bermental lemah, skeptis dan bimbang dlm berperang. Dikatakan pula, utk tdk kecil hati dg luka dan penderitaan yg kita alami dlm peperangan krn hal yg sama pun juga dialami oleh musuh. Namun bedanya adalah motivasi kita berperang adalah utk mengharapkan ridho dan balasan surga yg kekal (104). Memutuskan Hukum dan Menjalankan Peradilan Ayat 105-113 ini dilatarbelakangi kasus Thu’mah bin…

An Nisaa 4 : 92-103

Hukum Membunuh Sesama Mukmin Ayat 92-93 Allah menjelaskan mengenai hukum membunuh sesama org beriman (92). Allah menjelaskan bhw dosa membunuh itu adalah salah satu dosa besar. Disebutkan Allah murka dan bila tdk bertaubat maka hukumannya adalah kekal dalam neraka jahanam (93). Dosa membunuh ini begitu besarnya shg keburukannya disamakan dg membunuh seluruh manusia, sbgmana dijelaskan di ayat berikut: …barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain,…

An Nisaa 4 : 80-91

Taat kpd Rasul dan Kesempurnaan Al Quran Allah menjelaskan bahwa siapa pun yg taat kpd Rasulullah berarti dia sdh menaati Allah. Sebaliknya, siapa yg menentang Rasulullah maka akan dilaknat Allah dan bukanlah kewajiban Rasulullah utk melindungi mereka dari azab Allah (80). Selanjutnya Allah menerangkan bagaimana sikap kaum munafik yang mengiyakan dan bersikap patuh di depan Rasulullah ttp menentangnya di belakang Rasulullah. Kita kemudian diperintahkan utk meninggalkan dan jauh2 dari orang…

An Nisaa 4 : 66-79

Melanjutkan perilaku Yahudi, Allah menerangkan bhw hanya sebagian kecil dari mereka yg mau mengikuti perintah Taurat secara kaffah. Disebutkan bhw hanya sebagian kecil yg menerima syariat bertaubat (dg cara bunuh diri) dan perintah Allah utk berhijrah ke tanah yang dijanjikan setelah mereka terusir dari Mesir krn mereka takut dan enggan berperang (66), spt yg juga dijelaskan di ayat lain: Mereka berkata: “Hai Musa, kami sekali sekali tidak akan memasukinya selama-lamanya,…

An Nisaa 4 : 53-65

Melanjutkan perilaku Yahudi di ayat sebelumnya, Allah melaknat kaum Yahudi dlm bentuk hilangnya kekuasaan mereka di dunia, dan kalaupun akhirnya mereka berkuasa maka kekuasaan tsb tidak akan membawa kebaikan bagi umat manusia (53). Allah kemudian menjelaskan, alasan utama kaum Yahudi memusuhi kaum muslim saat itu adalah krn rasa dengki, tdk rela Allah mengangkat rasul terakhir yg berasal dari Arab (bukan Yahudi). Padahal kerasulan Nabi Muhammad SAW sebenarnya bukanlah sesuatu yg…

An Nisaa 4 : 36-52

Berbuat Baik thd Sesama Amal perbuatan baik thd sesama manusia ini diawali dg perintah menyembah Allah dan larangan berbuat musyrik. Perbuatan baik – seberapa pun besarnya – hanya akan nihil spt debu beterbangan dan fatamorgana bila pelakunya tdk beriman kpd Allah (lihat pembahasan ODOP 3:116-132). Kemudian Allah menjelaskan mereka yg kita diperintahkan utk berbuat baik: Orangtua – ibu dan bapak Kerabat saudara Anak yatim Orang miskin Tetangga dekat dan tetangga jauh Orang…

An Nisaa 4 : 27-35

Kemudahan dalam Beragama Melanjutkan ayat sebelumnya, tujuan lainnya dari diturunkannya ayat2 mengenai perempuan ini adalah utk memberikan keringanan dlm melakukan ketaatan kpd Allah. Allah telah menciptakan manusia dlm keadaan lemah yg menghadapi berbagai kecenderungan batin. Maka sangatlah sesuai jika beban2 yg diberikan kpdnya mengandung unsur kemudahan dan keluasan. (28). Keringanan dan kemudahan dalam beragama ini banyak dijumpai, spt sholat jama’, tdk berpuasa krn sakit dll. ….barangsiapa sakit atau dalam perjalanan…

An Nisaa 4 : 20-26

Melanjutkan ayat sebelumnya mengenai bbrp hak dan larangan terkait perempuan di dalam pernikahan: Dalam hal perceraian, suami tdk boleh mengambil sedikit pun dari harta yg sdh diberikan kpd istri, walaupun harta yg diberikan itu banyak (20). Dijelaskan pula, bhw hal ini sangat tidak pantas krn suami sdh mencampuri istri dan pernikahan merupakan perjanjian yg kuat (mitsaqon gholizo) (21). Kalau melihat istilah mitsaqon gholizo, maka ternyata hanya disebutkan 3 kali dlm…