Melanjutkan ayat sebelumnya mengenai bbrp hak dan larangan terkait perempuan di dalam pernikahan: Dalam hal perceraian, suami tdk boleh mengambil sedikit pun dari harta yg sdh diberikan kpd istri, walaupun harta yg diberikan itu banyak (20). Dijelaskan pula, bhw hal ini sangat tidak pantas krn suami sdh mencampuri istri dan pernikahan merupakan perjanjian yg kuat (mitsaqon gholizo) (21). Kalau melihat istilah mitsaqon gholizo, maka ternyata hanya disebutkan 3 kali dlm…
11 posts tagged juz 04
An Nisaa 4 : 13-19
Setelah menerangkan hukum waris bagi anak laki2, perempuan, orangtua serta suami, istri, dan saudara seibu, ditegaskan bhw itu semua adalah hukum yang sudah ditetapkan oleh Allah melalui rasulNya dan bersifat mandatory. Siapa yang taat dan tdk khianat dijanjikan kemenangan besar berupa surga, sedangkan yg ingkar diancam siksa neraka yang menghinakan dan kekal (13-14). Hukum terhadap Pezina Di ayat selanjutnya dijelaskan hukum bagi wanita pezina di periode awal islam, dimana dibutuhkan…
An Nisaa 4 : 1-12
Surat An Nisaa 1-28 membahas perintah dan larangan seputar perempuan, anak yatim, pernikahan, warisan, dan zina. Menurut Ibnu Abbas, anak yatim dibahas berdekatan dg perempuan karena mereka sbg sama2 makhluk yang lemah yg harus dilindungi. Pertama, Allah memerintahkan kpd kita utk bertakwa. Takwa di sini diulang 2 kali, dengan mensifatkan diriNya sbg Tuhan yang menciptakan manusia dari seorang diri (ketakwaan individu) dan Tuhan yg membuat manusia saling membutuhkan – ketakwaan sosial…
Ali Imran 3 : 187-200
Ayat 187 menerangkan mengenai ancaman kpd ahli kitab yang telah diambil sumpah atau janji oleh Allah melalui lisan para nabi mereka bhw mereka akan beriman kpd Nabi Muhammad SAW dan menjelaskan kpd umat manusia ttp kedatangan beliau. Tetapi yang terjadi adalah mereka menyembunyikannya dan mengingkari isi kitab sucinya. Para pendeta di kalangan mereka banyak berkhotbah mengenai hal yg mereka sendiri belum mengerjakannya. Dikatakan, bhw mereka ini akan mendapat siksa yg…
Ali Imran 3 : 174-186
Kemenangan kaum musyrik dan kekalahan kaum muslim di perang Uhud mendorong kaum munafik mencemoo umat Islam saat itu dg mengatakan, “Seandainya Muhammad memang benar seorg Nabi, maka tentunya ia tdk akan kalah perang spt ini. Akan tetapi sebenarnya Muhammad hanyalah seseorg yg menginginkan kekuasaan – yang kadang menang kadang kalah” Kaum munafik ini dengan cepat membela kaum kafir dan berusaha melemahkan mental umat Islam. Maka diturunkanlah ayat 176 yang menghibur agar…
Ali Imran 3: 158-173
Pelajaran Perang Uhud (3) Masih lanjut mengenai perang Uhud, Allah mencontohkan bagaimana sikap Nabi thd kelompok pasukan yg tdk taat kpd beliau sbg teladan kita bersikap thd org muslim yg berbuat salah: Bersikap lemah lembut kpd mereka, krn sikap keras hanya akan membuat mereka bertambah jauh dari Islam (159) Memaafkan, memohonkan ampun bagi mereka dan tetap mengajak mereka dlm rapat2 musyawarah (159) Allah kemudian menegaskan bahwa tdk ada yg dapat…
Ali Imran 3 : 149-157
Pelajaran dari Perang Uhud (2) Di dalam perang Uhud Allah mengingatkan agar kaum muslim waspada, tdk menjadi goyah dan mengikuti pendapat orang kafir dan munafik walaupun dalam keadaan terdesak atau kekalahan tampak di depan mata; dan tetap taat kpd Allah dan RasulNya (149-150). Kemudian Allah menerangkan, sebenarnya org kafir yg berperang itu pun merasa takut krn mereka takut mati dan tdk tahu apa yg terjadi dg mereka setelah mati (151)…
Ali Imran 3 : 133-148
Mereka yang Kembali ke Jalan Allah Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah,…